Evaluasi Redoks
Nama : Shafa Riandani
Kelas : XII MIPA
Mapel : Kimia - Evaluasi Redoks
EVALUASI
Silahkan kerjakan soal berikut ini dengan jujur dan bertanggung jawab!
1. Unsur logam yang mempunyai bilangan oksidasi +5 terdapat pada ion ....
A. SbO4 3-
B. MnO4-
C. Fe(CN)6 3-
D. CrO4 2-
E. Cr2O7 2-
Pembahasan : Unsur logam memiliki muatan positif atau berperan sebagai kation. Untuk penentuan biloks unsur pada ion, total dari biloks kation dan anion memiliki nilai sama dengan muatan dari ion itu sendiri.
Jadi, jawaban yang tepat adalah yang A. SbO4 3- dengan biloks +5
2. Diantara senyawa-senyawa berikut, senyawa mangan yang mempunyai bilangan
oksidasi tertinggi adalah ....
A. MnO
B. MnO2
C. MnSO4
D. KMnO4
E. K2MnO4
Pembahasan : Aturan penentuan bilangan oksidasi:
• Biloks unsur bebas adalah 0.
• Biloks ion monoatom (1 atom) dan poliatom (lebih dari 1 atom) sesuai dengan jenis muatan ionnya.
• Biloks unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya
• Biloks unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu.
• Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk ion = jumlah muatannya.
• Jumlah biloks unsur-unsur yang membentuk senyawa = 0.
• Biloks H bila berikatan dengan logam = -1. Bila H berikatan dengan non-logam = +1.
• Biloks O dalam senyawa proksida = -1. Bilangan oksidasi O dalam senyawa non-peroksida = -2.
Oleh karena itu, senyawa mangan yang mempunyai bilangan oksidasi tertinggi adalah KMnO4 dengan Biloks 7
Jadi, jawaban yang benar adalah D. KMnO4
3. Pada reaksi redoks 3Cl2 + 6NaOH → 5NaCl + NaClO3 + 2H2O. Bilangan oksidasi atom Cl
berubah dari ....
A. +1 menjadi -1
B. -1 menjadi +1
C. 0 menjadi -1
D. 0 menjadi -1 dan +5
E. 0 menjadi -1 dan +7
Pembahasan :
Pada reaksi tersebut, Cl mengalami dua reaksi sekaligus (reduksi dan oksidasi) sehingga reaksi ini dinamakan reaksi autoredoks atau reaksi disproporsionasi.
Jadi, jawaban yang benar adalah D. 0 menjadi -1 dan +5
4. Diantara reaksi redoks berikut ini yang sudah setara adalah…
A. 4H2O + MnO4- + 6I-
→ 2MnO2 + 8OH– + 3I2
B. 3P + 5NO3- + 4OH-
→ 3PO43- + 2H2O + 5NO
C. Cl2 + 2OH- + IO3- → 2Cl– + IO4- + 2H2O
D. 11OH– + 6Cl2 → 10Cl– + 2ClO3- + 6H2O
E. 8MnO4 + 3NH3 → 8MnO2 + 2H2O + 5OH- + 3NO3-
Pembahasan :
Jadi, jawaban yang tepat adalah yang B. 3P + 5NO3- + 4OH-
→ 3PO43- + 2H2O + 5NO
5. Pada reaksi redoks berikut. Sn(s) + 4H2O(s) → SnO2 (s) + 4NO2 (aq) + 2H2O(l) yang berperan
sebagai reduktor adalah ....
A. HNO3
B. NO3
C. H2O
D. SnO2
E. Sn
Pembahasan : Oksidator merupakan zat yang menyebabkan zat lain mengalami oksidasi, sedangkan reduktor merupakan zat yang menyebabakan zat lain mengalami reduksi. Dengan kata lain, oksidator adalah zat yang mengalami reduksi, sebaliknya reduktor adalah zat yang mengalami oksidasi.
Gambar di bawah ini menunjukkan zat yang mengalami reaksi reduksi (penurunan biloks) dan reaksi oksidasi (kenaikan biloks)
Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa Sn mengalami oksidasi dan berperan sebagai reduktor. Sedangkan HNO3 mengalami reduksi dan berperan sebagai oksidator.
Jadi, jawaban yang benar adalah E. Sn
6. Diketahui persamaan redoks berikut. Al + NO3- → AlO2- + NH3 (dalam suasana basa) Agar
persamaan setara, molekul air yang harus ditambahkan adalah ... molekul.
A. 5
B. 4
C. 3
D. 2
E. 1
Pembahasan : Penyetaraan reaksi redoks dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu metode biloks dan metode setengah reaksi. Penyetaraan reaksi redoks dengan metode bilangan oksidasi dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
• Menentukan unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
• Memberi koefisien yang sesuai pada unsur-unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi
• Menentukan jumlah penambahan bilangan oksidasi untuk reaksi oksidasi dan penurunan bilangan oksidasi untuk reaksi reduksi. Kalikan jumlah unsur yang terlibat dengan muatannya
• Menyetarakan perubahan bilangan oksidasi dengan memberi koefisien yang sesuai.
• Setarakan muatan dengan menambahkan H+ (dalam suasana asam) dan OH- (dalam suasana basa)
• Setarakan jumlah atom H dengan menambahkan H2O
Pada reaksi tersebut, N mengalami perubahan biloks dari +5 menjadi -3 (reduksi). Sementara Al mengalami perubahan biloks dari 0 menjadi +3 (oksidasi). Jumlah atom N dan Al pada kedua ruas sudah setara. Kemudian tahap penyetaraan perubahan bilangan oksidasi. Biloks N mengalami perubahan 8, dan biloks Al mengalami perubahan 3. Supaya setara, koefisien N dikali 3 dan koefisien Al dikalikan 8.
Total muatan pada ruas kiri sebesar -3, dan ruas kanan -8. Karena belum sama, maka ruas kiri ditambahkan 5OH- (suasana asam). Dilanjutkan ke tahap penyetaraan jumlah H. Pada ruas kiri ditambahkan 2H2O agar setara. Selanjutnya, perlu dipastikan jumlah atom O juga setara.
Jadi, jawaban yang tepat adalah yang D. 2
7. Pada reaksi redoks berikut: aMnO4- + 16H+ + bC2O42- → cMn2+ + 8H2 + 10CO2 koefisien
reaksi a, b, dan c beruruturut adalah .…
A. 2, 2, dan 2
B. 2, 3, dan 2
C. 2, 5, dan 2
D. 3, 5, dan 2
E. 2, 4, dan 2
Pembahasan :
Jadi, jawaban yang benar adalah yang C. 2, 5, dan 2
8. Perhatikan reaksi berikut!
2 HI(aq) + 2 HNO2(aq) → 2 H2O(l) + 2 NO(g) + l2(g)
Pernyataan berikut yang benar adalah ....
A. H2O adalah zat pereduksi
B. H2O adalah zat pengoksidasi
C. HNO2 adalah zat pereduksi
D. HI adalah zat pereduksi
E. I2 adalah zat pereduksi NaCl < C6H12O6 < CH3COOH
9. Asam oksalat dapat dioksidasi oleh KMnO4 menurut persamaan:
C2O42–
(aq) + MnO4– (aq) + H+ (aq) → Mn2+ (aq) + H2O (l) + CO2 (g)
Untuk mengoksidasi 2 mol ion C2O42– diperlukan ion MnO4– sebanyak ....
A. 0,3 mol
B. 0,5 mol
C. 0,7 mol
D. 0,8 mol
E. 2,0 mol
Pembahasan :
Jadi, jawaban yang tepat adalah yang D. 0,8 mol
10. Sebanyak 5,6 gram logam besi (Ar Fe = 56) dilarutkan dalam H2SO4 menghasilkan FeSO4
untuk mengoksidasi FeSO4 menjadi Fe2(SO4)3 menurut reaksi: Fe2+ + MnO4- → Fe3+ +
Mn2+ diperlukan larutan KMnO4 0,1 M sebanyak ....
A. 200 ml
B. 100 ml
C. 50 ml
D. 20 ml
E. 10 ml
Pembahasan :
Jadi, jawaban yang tepat adalah yang A. 200 ml
Jawaban singkat
1. A
2. D
3. D
4. B
5. E
6. D
7. C
8. C
9. D
10. A
Komentar
Posting Komentar